Dalam penelitian terbaru, Dr. Christine Kirkman dari Departemen Studi Kesehatan & Sosial di University of Bolton di Inggris, mewawancarai 20 perempuan yang pernah menjalani hubungan dengan pria psikopat. Artikel ini menjelaskan tentang pria dan jenis penyalahgunaan yang sering dihadapi oleh pasangan perempuan dan anak-anak mereka. Para wanita mengalami segala macam pelecehan baik fisik, psikologis/emosional, sosial dan finansial. Analisis data naratif mengungkapkan tiga ciri yang menonjol pada bagian dari orang-orang psikopat: 1)”pesona dangkal dan intelegensi yang baik… Digunakan oleh pria untuk meyakinkan wanita, serta rekan, keluarga dan teman-temannya bahwa ia bisa dipercaya”, 2) berbohong, dan 3) mengejar kekuasaan secara antisosial.
Para pria juga menggunakan anak-anak mereka sebagai “pion” unuk menjatuhkan ibu mereka. Para psikopat juga menyakiti anak-anaknya secara psikologis dengan cara:
(1) Berbohong kepada mereka;
(2) Mengabaikan mereka;
(3) Kegagalan untuk menyediakan fasilitas untuk mereka;
(4) Bullying dan menakuti mereka;
(5) Melanggar janji kepada mereka;
(6) Menghancurkan mainan mereka.
Penemuan ini muncul dalam Psychology and Psychotherapy, Research and Practice Volum 78, Isu 3, halaman 379-396, September 2005. Abstrak lengkap dibawah ini:
Penelitian idiografik dan eksploratori ini pada dasarnya meneliti pengalaman unik 20 perempuan yang menjadi korban dalam konteks hubungan heteroseksual dengan pasangan laki-laki yang dinilai memiliki karakteristik yang terkait dengan psikopati.
Penelitian ini menggunakan suatu pendekatan terpadu, dengan menggunakan kuesioner, serta biografi dan data naratif. Kelompok eksperimen terdiri dari 20 wanita yang pernah berhubungan dengan laki-laki yang diukur dengan Hare P-SCAN (Hare & herve, 1999) memiliki banyak atau sebagian besar fitur psikopati. Karena ini adalah penggunaan pertama yang dilaporkan Hare P-SCAN untuk memberikan peringkat pada pasangan, norma-norma untuk skoring pada alat ukur ini diperoleh dari peringkat yang diberikan oleh kelompok kontrol yaitu sampel acak dari 100 wanita yang telah menyelesaikan Hare P-SCAN dan memberikan penilaian terhadap pasangan laki-laki teakhir mereka. Empat two-tailed independent sample t-test digunakan untuk menguji perbedaan yang signifikan dalam skoring antara dua kelompok tersebut. Setelah penyaringan, wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan kelompok eksperimen, yaitu 20 wanita yang pernah berhubungan dengan laki-laki dengan ciri-ciri psikopati.
Keempat independent sample t-test tersebut menunjukkan bahwa perbedaan yang signifikan terjadi antara peringkat laki-laki antara wanita dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data narasi, yang dihasilkan dari laporan tertulis dan wawancara dengan perempuan dalam kelompok eksperimen, berhasil menjelaskan cara di mana laki-laki dengan ciri-ciri psikopati berhasil memelihara hubungan heteroseksual serta sifat dan pola perilaku kasar yng terjadi dalam konteks ini.